Transparansi Teknologi Bitcoin Untungkan Aparat Keamanan
Google Image : Teknologi Informasi Terbaru

Teknologi Informasi Terbaru - Aparat Keamanan Diuntungkan dengan Bitcoin

Teknologi Informasi Terbaru - Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) menuliskan pendanaan maupun pemakaian bitcoin guna terorisme atau mengerjakan pencucian uang bakal menguntungkan aparat hukum guna menindak. Pasalnya, semua transaksi bitcoin berlangsung dengan teknologi blockchain yang sifatnya transparan.

Direktur Eksekutif ABI Muhammad Deivito Dunggio menuliskan paling cepat aparat hukum dapat menangkap penjahat dalam masa-masa 1 hari. Proses pelacakan dapat dilakukan dengan mengakses website blockchain yang mengandung informasi riwayat bitcoin.

"Kriminal sudah mengetahui bahwa blockchain tidak dapat untuk mengerjakan pendanaan terorisme dan pencucian uang sebab transparan dan melulu menunggu waktu supaya ia terlacak. Paling lama tersebut satu bulan bila dia hebat sembunyikan transaksi, tapi tentu tetap bakal terlacak" kata Deivito usai acara KVB Journalist Class di Jakarta, Jumat (10/5).
Blockchain ini adalahsistem kas kitab besar bitcoin dan siapa pun dapat melacak riwayat transasaksi bitcoin, akun pengirim dan penerima, masa-masa transaksi sampai nominal bitcoin yang dikirimkan. Segala informasi ini dapat diakses melewati situs blockr.io, blockcypher.com atau blockchain.info.

Deivito menuliskan akun pengirim dan penerima memang tidak diketahui siapa sebab identitas pemakai melulu berupa deretan kode. Jadi tidak terdapat alamat sampai nama menyeluruh pemakai.


"Beberapa pihak menyalahgunakan ini guna terorisme dan pencucian uang. Tapi berkat transparansi data bitcoin melewati blockchain ini mereka telah mulai mengetahui bahwa tidak dapat lagi pakai teknologi ini," kata Deivito.

Deivito menuliskan memang kriminal dan penjahat sering memakai teknologi yang baru saja berkembang. Ia memberikan contoh dulu kriminal memakai pager sampai ponsel genggam."Tidak dapat menutup sebelah mata bahwa kriminal itu ialah early adopter dari teknologi baru. Awalnya pager dan ponsel genggam sebelum dipakai masyarakat umum, mereka dipakai kriminal guna komunikasi pada masanya. Karena tersebut mempersingkat waktu guna komunikasi," ujar Deivito.

Alasan utama kriminal dan penjahat sering memakai teknologi baru ini sebab aparat dirasakan belum terlampau menyadari teknologi baru ini. Sehingga, teknologi ini dipakai untuk menghindari aparat hukum.

"Memang ironis tapi tadinya kriminal yang memakai teknologi terbaru. Digunakan sebab teknologi tersebut bekerja dan pemerintah belum sadar mengenai teknologi ini," kata Deivito


Deivito mengingatkan pada 2011 pernah terdapat marketplace digital yang mempunyai nama Silkroad yang semua transaksinya memakai bitcoin. Silkroad memasarkan produk-produk ilegal laksana senjata AK47 dan narkoba. Silkroad pada 2013 telah diblokir FBI dan FBI membekukan bitcoin senilai Rp44 triliun.

"Silkroad sudah diblokir FBI mereka memasarkan produk laksana AK47, narkoba, dan apa juga yang hendak kalian cari yang tidak dapat dicari marketplace. Itu seluruh transaksi gunakan bitcoin," kata Deivito.